Tampilkan postingan dengan label Ruang rindu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ruang rindu. Tampilkan semua postingan

Selasa, 30 Januari 2018

Jengkol

Jengkol
Penulis: TSimanjuntak


Dulu waktu kecil di Depok ada tetangga tukang kredit, jadi setiap pulang dari Tasikmalaya selalu bawa wajik gula dengan bungkus daun jagung.
Suatu waktu, masak jengkol lah si Akang ini dan harum bumbu semurnya menusuk ke lambung terdalam dan akhirnya bisa mencicipi untuk pertama kali semur jengkol serta jengkol goreng.

Esok nya merengek lah supaya disajikan Nande semur jengkol,
Dasar anak-anak(masih SD), saking enaknya masakan Nande langsung kusantap berulang- ulang makan hingga habis satu kuali hari itu(1/2ng kalo gak salah).

Malamnya mulailah petaka ,bumi laksana terbalik, setiap bergerak bagai diombang ambing dan takut untuk menutup mata.

Malam itu pergilah ke dokter berobat.
Setelah di senter sudut mulut,pencet perut sana sini kemudian si dokter berkata :
"Anaknya kejengkolan Inang!"
😂😂😂


Tumis Karuk

Tumis Karuk
Penulis : TSimanjuntak

Sewaktu masih kecil di Depok, anak-anak sudah bersiap berangkat sekolah metode CBSA tiap pagi.
Saat musim durian berbunga, setelah kawan selesai sholat subuh langsung berhamburan keluar rumah sambil membawa plastik .

Tujuan Kami adalah pohon durian depan rumah Ma Eti yang berdiri 3 batang pohon durian.
Satu persatu kembang durian gugur yang diberi nama Karuk Kami pungutin dalam riang gembira.
Kadang tidak semua terisi penuh kantong plastik, namun sebelum bubar didahului berbagi supaya sama rata isi kantong.

Satu kantong plastik seperempat jika ditumis akan susut nenjadi hanya segenggam tangan.
Kalau soal rasa sangat enak dan khasiatnya bisa melancarkan percernaan kata tetua dulu.
Saat berangkat sekolah Mak Eti lewat rumah dan berkata :
"Orang Batak doyan Karuk juga ya?"

"Doyan Mak!, apalagi buahnya ,sergep dah "sahutku dengan logat Betawi.

Photo: Monthong Bali

Reuni Bangor 201

Menang banyak,


Tetiba dua kalimat ini mengguncang linimasa dan senyum sumringah jiwa, begitu saya yakini didalam hati masing masing peserta reuni sambil senyam senyum sendiri memandang deretan photo-photo berseliweran di dunia maya.

Dalam senyum mesem tersipu tersebut sontak melayang  kembali ke Latanah silam, dimana masih unyu unyu, culun , polos, mekar mulai cantik, belajar berkumis ,
etc....
dan tanpa dosa penuh bahagia membawa mesin tik, menyulam tusuk jelujur dan melukis kaca serta belajar nge band dan tentunya belajar bandel terstruktur wkkkk....

Oh iya tentu saja pandangan pertama ke si dia pasti ada disetiap benak #Bangorians ( "oh dia telah berubah banyak, namun senyum itu masih ada") ahay.
Gerak tubuh malu malu ketika saling bertatap, sorakan cie cieee... bikin muka merah dan tutup muka dengan dua tangan ( dalam hati berucap "senangnyaaa,,,,")

Ya , semua Menang Banyak kemarin ...mengalahkan sang waktu yang melempar   Anak Bangor ke millenium jaman now.

Kami datang dengan rindu dan pulang membungkus kebahagiaan dan tentunya silahturahmi yang tak putus dikejar sang waktu.

#Sweetsweet95



>
>